Saya pernah “menginterograsi” seorang yunior sekantor tentang nireksistensinya di dunia maya. Sebut saja Badu, tentu bukan nama sebenarnya.
“Du, kowe gak nduwe Facebook to?” tanya saya.
“Mbiyen nduwe, Mas, ning terus tak hapus.”
“Twitter?”
“Nduwe, tapi lali password-e, hehehe.”




Recent Comments