Posted by: Salim Darmadi | 29 July 2020

No Time for Complacency

Meski capaiannya dalam penanganan pagebluk mendapat acungan jempol, rupanya Australia agak kurang beruntung. Di selatan sana, negara bagian Victoria masih berjibaku menghadapi gelombang kedua si corona. Ndak ada yang menyangka, secuil kecolongan dalam proses karantina warga yang baru pulang dari mancanegara akan berbuntut dahsyat begini jadinya. Metropolitan Melbourne kembali di-lockdown ketat. Masker wajib dipakai warga Melbourne setiap keluar rumah.

Read More…

Posted by: Salim Darmadi | 17 June 2020

Nikmat yang Hilang, Nikmat yang Kembali

Ketika mendengar kabar bahwa pelonggaran lockdown di Sydney akan mencakup dibukanya kembali tempat-tempat ibadah, saya berjanji kepada diri sendiri untuk mensyukuri dan memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya. Setelah sebelas pekan absen Jumatan, akhirnya tiba juga saat yang ditunggu itu. Saya berangkat ke masjid satu jam sebelum khutbah Jumat dimulai. Begitu memasuki area masjid, saya edarkan pandangan mata ke sekeliling, menikmati setiap sudut dan detailnya. Saya mengambil tempat di depan, melewatkan waktu tunggu dengan zikir, tilawah, dan menyapa jamaah. Saya simak baik-baik uraian khatib dari awal hingga akhir.

Read More…

Posted by: Salim Darmadi | 9 June 2020

Waras di Tengah Pagebluk

Setiap kali melihat tulisan “Breaking News” muncul di televisi atau linimasa, atau ketika mendapati seorang kawan berbagi link berita di grup chat, saya biasanya langsung melek dan mencermati, “Ono opo maneh iki?” Perkembangan beberapa hari terakhir terasa begitu cepat.

Di Negeri Kanguru, awal minggu lalu Pemerintah memperketat arus kedatangan internasional dan mewajibkan isolasi diri selama 14 hari bagi mereka yang baru datang, dan beberapa hari kemudian ujug-ujug melarang masuk semua orang kecuali citizen dan resident. Setelah gregetan melihat ribuan orang malah santuy gegoleran di tepi pantai, Pemerintah kembali memperketat social distancing dan juga men-shutdown beberapa non-essential service (efektif mulai Senin kemarin). Beberapa negara bagian memutuskan akan menutup perbatasan masing-masing.

Read More…

Posted by: Salim Darmadi | 9 June 2020

Menginjak Tahun Kedua

Bulan Februari lalu, saya memasuki tahun kedua studi doktoral saya di University of Technology Sydney, Australia. Seperempat perjalanan terlewati sudah. Rasanya belum lama saya pating gedabruk mempersiapkan keberangkatan ke Sydney. Malah waktu itu sempat pake acara psikosomatis segala. Endhas rasane ngelu plus weteng mules dihantui bermacam kekhawatiran.

Nanti bisa ndak ya saya mengikuti perkuliahan dan tuntutan riset yang tinggi? Dosen pembimbing saya nanti uwonge modelane koyo opo yo, tipe ngemong atau medeni? Nanti gimana saya menghadapi cacing-cacing ekonometrik (hehehe)? Piye iki mengupayakan dua pawon asapnya ngebul kabeh? Dan seterusnya. Mumet.

Posted by: Salim Darmadi | 7 October 2019

Mengapresiasi Momen

Sydney mulai menghangat dua minggu terakhir, menandai datangnya musim semi. Sekaligus mengakhiri periode musim dingin, berikut pembuka dan penutupnya, yang berlangsung empat bulan dari pertengahan Mei sampai pertengahan September. Saya teringat waktu pertama kalinya keluar rumah tanpa harus pakai jaket tebal. Rasane jian enteng tenan. Saya biarkan sinar matahari menyentuh kulit lengan saya yang biasanya tertutup, apalagi sepanjang jalan bunga-bunga mulai bermekaran warna-warni. Heaven!

Read More…

Older Posts »

Categories