Posted by: salimdarmadi | 14 January 2015

Ukuran Dewan Komisaris/Direksi dan Performa Perusahaan

Board of DirectorsJudul lengkap dari paper ini adalah “Does Board Size Matter? New Evidence from a Two-Tier Board System”. Paper ini bertujuan untuk menguji apakah ukuran (size) Dewan Komisaris dan Direksi memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Adapun unsur kebaruan (novelty) yang saya kemukakan dari penelitian ini adalah bahwa studi-studi terdahulu masih sangat didominasi oleh negara-negara yang menganut sistem satu dewan (one-tier board system) dalam hukum korporatnya. Sementara itu, penelitian serupa dari negara-negara yang mengadopsi sistem dua dewan (two-tier board system), termasuk Indonesia, masih sangat jarang ditemukan.

Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan-perusahaan non-keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2005-2007. Analisis regresi untuk menguji hipotesis dilakukan terpisah untuk Dewan Komisaris dan Direksi. Untuk variabel kinerja perusahaan, proksi yang digunakan adalah return on assets (ROA) dan Tobin’s Q. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat asosiasi positif antara ukuran dewan dan kinerja perusahaan. Dengan menggunakan model dan teknik estimasi regresi yang berbeda-beda, pengaruh positif ukuran dewan terhadap Tobin’s Q lebih robust dibandingkan pengaruhnya terhadap ROA. Di samping itu, hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa ukuran dewan yang lebih besar cenderung dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar pula. Perusahaan besar dapat meraih tingkat kinerja yang lebih tinggi manakala mereka mempekerjakan Dewan Komisaris dan Direksi yang berukuran lebih besar.

Sejauh ini, paper ini adalah paper saya yang memakan waktu paling panjang, mulai dari penulisan draf awal hingga dipublikasikan di jurnal. Saya menyelesaikan paper ini pada awal tahun 2011, kemudian saya presentasikan pada 8th International Annual Symposium on Management yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Surabaya, pada bulan Maret 2011. Sungguh tak diduga, pada simposium tersebut, saya menjadi pemenang Best Paper Award. Sebagai seorang peneliti yang belum satu tahun aktif melakukan penelitian, tentu penghargaan ini menjadi kejutan yang sangat membanggakan. Alhamdulillah.

Selanjutnya, saya mencoba memasukkan paper tersebut kepada beberapa jurnal internasional. Rupanya belum rezeki saya. Ada jurnal yang menolak paper saya. Di jurnal lain, ada reviewer yang memberikan masukan revisi yang sangat signifikan, yang membuat saya berberat hati untuk menindaklanjuti karena harus mengalokasikan sumber daya yang cukup besar untuk merevisinya.

Akhirnya, pada April 2012, saya memasukkan paper ini kepada Malaysian Accounting Review (MAR), yang diterbitkan oleh Universiti Teknologi MARA, Malaysia. Setelah bersabar selama setahun lebih untuk menunggu hasil review berikut merevisi paper sesuai masukan dari reviewer, akhirnya saya mendapatkan kepastian bahwa paper ini telah diterima untuk publikasi di MAR. Pada pertengahan tahun 2014, paper tersebut dipublikasikan di MAR Volume 13, Nomor 1, halaman 45-73 (dapat dilihat di sini).

Versi awal paper ini dapat diunduh di SSRN, sedangkan versi final dapat dimintakan kepada saya melalui email.

[Gambar diambil dari sini]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: