Posted by: salimdarmadi | 25 June 2018

Pengungkapan Informasi oleh Emiten yang Dikontrol Keluarga

Ini adalah paper yang sejauh ini paling berkesan bagi saya, karena paper ini pada tahun 2014 memenangkan Oustanding Paper Award dari Emerald Literati Network dan jurnal internasional Asian Review of Accounting (pengumumannya bisa dilihat di sini). Sungguh capaian yang luar biasa berharga untuk periset newbie seperti saya. Penghargaan tersebut pun menjadi lompatan tersendiri dalam portofolio pengalaman riset saya. Saya akhirnya berulang kali diundang kali oleh Asian Review of Accounting untuk me-review naskah-naskah yang masuk ke meja editor. Alhamdulillah.

Judul lengkap dari paper ini adalah “Information Disclosure by Family-Controlled Firms: The Role of Board Independence and Institutional Ownership”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh kontrol keluarga terhadap keluasan pengungkapan informasi pada laporan tahunan emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di samping itu, paper ini meneliti peran mekanisme tata kelola perusahaan (dalam hal ini independensi Dewan Komisaris dan kepemilikan oleh investor institusi) dalam menerangkan keterkaitan antara kontrol keluarga dan pengungkapan sukarela. Paper ini diangkat dan dikembangkan dari penelitian skripsi salah satu mahasiswa bimbingan saya di Program Diploma-IV STAN tahun 2011-2012, Achmad Sodikin.

Studi ini menggunakan sampel emiten BEI dari sektor-sektor nonkeuangan yang menyampaikan laporan tahunan untuk tahun 2010. Dari total 304 emiten yang memenuhi kriteria, kami mengambil 103 emiten (33,9%) sebagai sampel dengan menggunakan stratified sampling mempertimbangkan keterwakilan dari masing-masing sektor industri. Variabel dependen yang kami gunakan adalah pengungkapan informasi sukarela, yang diukur melalui sebuah indeks pengungkapan berdasarkan content analysis atas laporan tahunan. Checklist pengungkapan sukarela kami susun dengan merujuk pada studi-studi terdahulu yang meneliti praktik pengungkapan sukarela di Indonesia. Adapun variabel-variabel independen terdiri dari kontrol keluarga, independensi Dewan Komisaris, kepemilikan investor institusi, serta variabel kontrol (ukuran perusahaan, tingkat utang, profitabilitas, dan auditor eksternal).

Dari analisis regresi cross-section, kami mendapati bahwa kontrol keluarga memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Temuan ini mengindikasikan bahwa emiten yang dikontrol keluarga memiliki motivasi yang lebih rendah dalam menyampaikan informasi tambahan di laporan tahunan, yang mungkin dapat mengekspos private benefit yang berusaha dipertahankan oleh si pemegang saham pengendali. Selanjutnya, ditemukan pula bahwa hubungan antara kepemilikan institusional dan pengungkapan sukarela cenderung lebih kuat di emiten-emiten yang dikontrol keluarga, yang menunjukkan peran positif investor institusi dalam mendorong praktik pengungkapan yang lebih terbuka. Namun sebaliknya, komisaris independen cenderung tidak menunjukkan sumbangsih signifikan untuk memperkuat praktik pengungkapan oleh perusahaan keluarga.

Versi bahasa Indonesia dari paper ini sempat saya presentasikan dalam acara seminar dan konferensi nasional tentang ekonomi kreatif yang diselenggarakan pada Agustus 2012 oleh Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. Sebelum itu, versi bahasa Inggris-nya telah saya coba kirimkan ke Asian Review of Accounting, yang terafiliasi dengan Emerald Insight. Awal tahun 2013 kami menerima hasil review. Meskipun ada beberapa masukan perbaikan yang harus kami tindak lanjuti, ahamdulillah tidak terlalu signifikan. Bahkan si editor meminta kami cepat-cepat mengirimkan hasil revisi naskah paper tersebut, karena ia berencana menerbitkannya di akhir tahun 2013.

Di penghujung tahun 2013, paper ini akhirnya muncul juga di Asian Review of Accounting, Volume 21 Nomor 3, halaman 223-240 (dapat dilihat di sini). Versi awal paper dapat diunduh di SSRN, sedangkan versi finalnya dapat dimintakan kepada saya melalui email.

Email yang menyampaikan kabar gembira itu, bahwa paper dimaksud berhasil meraih Outstanding Paper Award, saya terima di pertengahan tahun 2014. Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada penulis paper yang dinilai oleh Dewan Editor Asian Review Accounting sebagai paper terbaik jurnal tersebut sepanjang tahun 2013. Alhamdulillaahil ladzii bini’matihi tatimmush shaalihaat. Beberapa pekan setelah pengumuman tersebut, perwakilan Emerald Insight Indonesia datang ke kantor saya untuk menyerahkan piagam penghargaan secara langsung. Kepala Departemen saya berkesempatan menyaksikan acara penyerahaan penghargaan tersebut.

 

[Gambar diambil dari sini]


Responses

  1. Manjaaaah sekali kak. congrats!

  2. […] Pada tahun 2012-2013, saya mulai mencoba memasukkan paper ini ke beberapa jurnal, namun harus menerima kenyataan pahit setidaknya ditolak oleh dua jurnal berbeda. Akhirnya pada awal tahun 2014, saya memasukkan kembali paper tersebut ke Asian Review of Accounting, yang pada tahun sebelumnya sudah menerbitkan paper saya terkait pengungkapan sukarela oleh emiten yang dikontrol keluarga. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: