Posted by: salimdarmadi | 13 August 2012

Sekali Lagi Tentang Persahabatan

”Bagaimana ya Pak, sepertinya tipis peluang saya bisa mendapatkan hasil yang bagus untuk matakuliah ini…”

Tampak sekali raut muka sedih di wajah pemuda itu. Matanya menatap nanar ke tengah danau. Cuaca sore di penghujung Ramadhan itu cerah. Danau di areal kampus di pinggiran kota Brisbane ini masih ramai oleh burung-burung yang berenang dan beterbangan.

Di sampingnya, seorang pemuda yang berusia beberapa tahun lebih tua setia mendengarkan. Sudah beberapa saat dua laki-laki berwajah melayu itu berbincang berdua di atas jembatan kayu di tepi danau. ”Sejauh mana tingkat usahamu kemarin hingga kamu bisa mendapatkan hasil seperti itu?”

Rekannya menghela napas. ”Ya, memang ini jadi evaluasi buat saya. Kemarin saya susah sekali mengumpulkan motivasi belajar padahal waktu ujian sudah dekat. Memang saya tidak bisa menyalahkan siapa pun kecuali diri saya sendiri…”

”Ya sudah, berarti kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Kamu masih punya kesempatan di final exam…”

Nasihat tersirat itu sederhana, namun sangat berarti buat pria muda itu. Motivasinya bangkit. Ia menyadari kesalahan yang diperbuatnya. Selanjutnya, dengan izin-Nya, ia bisa mengembalikan stamina belajarnya dan akhirnya mendapatkan hasil yang sangat memuaskan di akhir semester.

Laki-laki yang sedang galau itu adalah saya, sedangkan yang duduk setia mendengarkan keluh-kesah dan memberikan nasihat itu adalah salah seorang sahabat saya…

* * *

Ini hanyalah salah satu momen berkesan yang saya lalui bersama sahabat dekat. Demikian berartinya mereka buat saya. Jika ditanya tentang harta tak ternilai dalam hidup, saya akan dengan mantap menjawab: sahabat adalah salah satunya!

Meski mempunyai banyak kawan dekat ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama, saya mulai merasakan berartinya sebuah persahabatan ketika melewatkan sepenggal masa muda di sekolah menengah atas. Ini berlanjut ketika duduk di bangku kuliah, ketika saya menemukan semakin banyak sahabat baru. Alhamdulillah, saya termasuk mereka yang tidak pernah kesulitan menemukan sahabat…

Banyak sekali kenangan indah yang saya lalui bersama sahabat-sahabat saya, meski tidak semuanya terdokumentasikan dengan baik melalui gambar atau surat perpisahan. Berbagai momen yang saya lewatkan bersama mereka telah memberikan banyak pembelajaran dan menjadikan saya semakin kaya akan makna. Mereka memberi saya penguatan, penghiburan, beragam cerita, bantuan, doa, hingga nasihat. Saya dan mereka pernah bersama-sama dalam berbagai kondisi: senang dan susah, lapang dan sempit, tawa dan air mata…

Sebagai manusia biasa, tentu ada saat-saat di mana saya merasa terpuruk, jatuh, dan hampir putus asa. Ada kalanya saya benar-benar dalam kebimbangan yang sangat. Sahabat-sahabat yang luar biasa itu selalu siap di samping saya. Ketika saya hendak berbagi kabar atau cerita yang tidak penting sekalipun, mereka dengan setianya mendengarkan dan tertawa bersama.

Saya juga berusaha selalu siap setiap kali mereka ingin berbagi beban dan kegembiraan dengan saya; juga ketika mereka memerlukan bantuan. Saya ingin menjadikan mereka merasa berarti dengan kehadiran saya. Di antara mereka ada yang pernah berkata, ”Mas tidak keberatan mendengarkan cerita saya? Mas tak ubahnya seperti tempat sampah yang menampung semua keluhan saya…” Ah, tahukah ia bahwa ada nilai-nilai yang memperkaya saya, meski hanya dengan mendengar ceritanya? Meski kadang saya tak mampu memberinya solusi barang sedikit pun? Mereka mempercayai saya; bukankan itu juga membuat saya merasa berarti?

Sekarang saya berada di negeri yang lain, jauh dari kebanyakan sahabat-sahabat saya. Sering saya merasakan rindu yang sangat karena tidak berjumpa sekian lama. Mungkin ini yang menjadikan saya semakin menyukai senandung-senandung bertema persahabatan. Lagi-lagi saya teringat pesan singkat yang dikirimkan oleh seorang sahabat kepada saya beberapa tahun lalu, ketika kami berada di pulau berbeda selepas pendidikan tiga tahun kami di Kampus Biru. ”Kalaupun kita tidak bisa bertemu lagi di dunia ini, semoga surga-Nya yang menjadi tempat bertemu kita kelak…”

Tentu saja, saya dan Anda mempunyai sahabat yang berbeda-beda. Preferensi saya dan Anda mungkin berbeda pula dalam mencari dan memilih seseorang untuk dijadikan sahabat. Tetapi saya yakin Anda sepakat dengan saya, bahwa keberadaan sahabat amat berarti bagi kita…

You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong when I am on your shoulders
You raise me up, to more than I can be…
(Brendan Graham)

Mei 2009, gambar dari Google


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: