Posted by: salimdarmadi | 13 August 2012

Jangan Menilai dari Sekadar Tampakan Luar

Pernah keliru menilai orang lain hanya dari penampakan yang terlihat? Mungkin sebagian besar dari kita akan menjawab pernah. Ya, terkadang ada kecenderungan untuk menilai seseorang hanya dari penampilan, karakteristik fisik, atau hal-hal lain yang kasat mata pada pandangan pertama.

Fenomena Susan Boyle menghentak kesadaran banyak orang di berbagai penjuru bumi. Pada tanggal 11 April 2009, Boyle tampil di depan jutaan pemirsa televisi Inggris dalam acara Britain’s Got Talent. Ketika ia baru tampil di panggung, tampak para juri dan ratusan penonton di studio seakan memandang sinis Boyle. Apa sih yang hendak ditampilkan oleh seorang wanita berusia 47 tahun, berpenampilan tidak menarik, dengan tingkat kepercayaan diri yang kelewat tinggi? Namun kesinisan itu sirna seketika begitu suara merdu luar biasa Boyle melantunkan lagu “I Dreamed a Dream.” Penampilannya disambut meriah para penonton yang terpukau. Senandung Boyle pun berakhir dengan standing ovation para juri dan penonton.

Saya mengakui kesalahan penilaian itu juga pernah saya lakukan. Saya masih ingat kuliah pertama yang saya ikuti di kampus St Lucia ini, pada matakuliah Finance, ilmu keuangan dasar. Dosen yang mengajar saya adalah seorang ibu beraksen Amerika yang sedang hamil dengan wajah lelah dan rambut kusut. Saya tak menyangka bahwa ia adalah seorang profesor yang cukup disegani. Saya ingat juga kejadian satu setengah tahun lalu ketika diundang makan malam di utara Bandung bersama beberapa pegawai salah satu bank terbesar di Indonesia. Saya duduk bersebelahan dengan seorang bapak muda yang tidak tampak berbeda dari pegawai yang lain. Ia bahkan sempat sedikit curhat kepada saya; dan dengan beraninya saya memberi saran dengan bahasa seelegan mungkin. Esoknya saya baru tahu bahwa ia adalah pimpinan wilayah bank tersebut, bahkan mungkin pimpinan wilayah termuda di Indonesia.

Saya juga pernah menilai orang lain terlalu tinggi. Seorang kawan yang saya “kagumi” dan jadikan teladan, ternyata banyak sisi-sisi kehidupannya tidak seperti ekspektasi saya. Hal ini menyadarkan saya bahwa ia juga manusia biasa yang punya banyak kekurangan. Saya tidak heran ketika mendengar berita miring tentang beberapa oknum brother Arab yang patuh dengan segala aturan ketat di negerinya, namun di Australia dengan santainya menyapa lawan jenis sambil berpelukan, padahal jelas-jelas bukan mahram-nya.

Pernah menjadi korban dari orang lain yang memandang rendah kita? Mungkin kita juga akan menjawab pernah. Teringat lagi ketika saya dan kakak kembar saya memutuskan makan siang di sebuah rumah makan ternama di Bandung. Ketika memasuki halaman restoran, terasa sekali kami dicuekin oleh para petugas parkir, kemungkinan besar karena tunggangan kami yang hanya berupa motor bebek, sebuah anomali di antara puluhan mobil tamu yang berderet di depan restoran. Karena sebal, kakak kembar saya memberi uang parkir sebesar tiga ribu rupiah. Seorang adik tingkat pernah bercerita bagaimana ia merasa dipandang remeh secara terang-terangan oleh seorang teman yang baru dikenal dalam sebuah organisasi. Karena tindakan seperti itu (menurut saya) keterlaluan, saya berpendapat tindakan itu harus “dibalas” dengan unjuk kompetensi.

Namun yang lebih saya khawatirkan adalah apabila orang lain menilai diri saya terlalu tinggi. Dalam perbincangan, komunikasi tertulis, ataupun pemberian julukan, saya menerima sanjungan-sanjungan yang rasanya berlebihan. Dengan berbagai keterbatasan saya, saya berusaha memperlakukan sanjungan-sanjungan itu sebagai doa dan harapan, alih-alih menganggapnya sebuah fakta yang membuat saya besar kepala dan tinggi hati. Ya, bisa jadi saya yang sesungguhnya sama sekali tidak seperti yang mereka bayangkan…

Satu lagi pelajaran penting yang dapat saya ambil. Penilaian terhadap orang lain hanya dari penampakan luarnya kadangkala benar adanya, namun sering juga keliru…

Mei 2009, gambar dari Google


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: