Posted by: salimdarmadi | 28 March 2016

Membaca Sekaligus Berbagi; Bersedekah Bersama “Serpihan Inspirasi”

Hikmah dari Negeri Seberang_CoverDengan senang hati, kami menyambut baik dan bersyukur atas kepercayaannya untuk menyedekahkan setengah dari royalti buku yang akan segera terbit tersebut melalui kami. Setiap kepercayaan dari masyarakat, menjadi motivasi kami untuk terus menguatkan itikad, memperbaiki setiap kekurangan, dan berupaya untuk tetap menjadi yang terdepan dalam melayani umat.”

Demikian email yang saya terima dari Direktur Customer Relationship & Branch Management Aksi Cepat Tanggap (ACT), hanya berselang beberapa jam setelah saya mengirimkan email proposal kepada manajemen ACT mengenai rencana saya untuk menyedekahkan sebagian royalti hasil penjualan buku Serpihan Inspirasi: Hikmah dari Negeri Seberang melalui program-program sosial dan kemanusiaan yang diselenggarakan oleh ACT. Alhamdulillah, gayung bersambut. Manajemen ACT menyambut gembira rencana tersebut.

Sejak rencana menulis dan menerbitkan buku itu muncul, saya menginginkan buku sederhana saya yang dijadwalkan terbit tanggal 4 April 2016 tersebut dapat memberikan sebanyak mungkin nilai tambah kepada para pembacanya.

Besar harapan saya, catatan-catatan reflektif yang saya tuangkan di buku pertama saya ini dapat menginspirasi kaum muda di Tanah Air. Sungguh, kisah-kisah yang saya rekam di sana bukanlah cerita-cerita luar biasa dari seorang high-profile. Untaian kisah di buku tersebut hanyalah kisah biasa dari seorang pemuda biasa yang berkesempatan menimba ilmu dan pengalaman hidup di negeri orang. Namun, sebagaimana tercermin dalam banyak fragmen yang saya kisahkan, sebuah kejadian yang sederhana sekalipun dapat menjelma menjadi sumber pembelajaran berharga, serta layak menjadi bahan kontemplasi dan tambahan bekal untuk bangkit memperbaiki diri dan menebar manfaat.

Di samping hendak menularkan semangat mengambil hikmah yang terserak dari beragam pengalaman hidup, saya juga menginginkan ada nilai tambah lainnya dari buku ini. Kemudian terpikir oleh saya, alangkah baiknya jika para pembaca mengetahui bahwa sebagian dari uang yang mereka belanjakan untuk memperoleh buku ini tersalurkan untuk tujuan sosial dan kemanusiaan. Pilihan saya akhirnya jatuh pada ACT, salah satu dari sekian banyak lembaga sosial dan kemanusiaan di Tanah Air yang senantiasa berupaya mengelola amanat titipan umat secara profesional.

Setelah beberapa kali berkorespondensi, saya dan Mbak Rini (Direktur ACT) membuat janji temu di sebuah pusat perbelanjaan di Depok untuk melaksanakan penandatanganan surat pernyataan komitmen sedekah saya kepada ACT. Pada hari yang ditentukan, saya menuju tempat tersebut dengan mengajak Ratri, istri saya. Sebelumnya, saya sudah memberitahunya bahwa kami akan bertemu dengan Direktur ACT.

“Lho, ini Direktur ACT namanya  Rini?” tanya Ratri dalam perjalanan kami menuju tempat pertemuan. “Jangan-jangan ini Rini temanku…”

Masyaallah, sebuah skenario Tuhan yang luar biasa. Ratri dan Mbak Rini ternyata teman kuliah satu angkatan ketika menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Mereka juga pernah sama-sama aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di UI. Jadilah selain penandatanganan surat pernyataan komitmen sedekah, acara sore itu juga menjadi ajang reuni istri saya dan Mbak Rini.

Saya sempat mengajukan satu pertanyaan kepada Mbak Rini. “Mbak, saya ini kan penulis pemula, belum jadi penulis buku mega-bestseller seperti beberapa penulis lainnya. Makanya saya sempat heran bahwa rencana saya untuk menyedekahkan setengah royalti ini direspons langsung oleh Direktur ACT.” Saya menyebut contoh Pak Ippho Santosa, seorang penulis buku-buku mega-bestseller yang mendonasikan seluruh royalti salah satu bukunya melalui ACT.

“Kalau kami lebih melihat pada niat baiknya, Mas,” jawab Mbak Rini. “Nilai nominal yang didonasikan melalui kami boleh jadi memang berbeda, tapi kan niat baiknya sama. Jadi kami selalu mendukung setiap niat baik itu…”

Alhamdulillah. Memang salah satu program ACT adalah memberikan dukungan pada karya-karya kreatif yang bertujuan menyebarluaskan pesan-pesan kebaikan. Film “Ketika Mas Gagah Pergi The Movie” yang diproduseri oleh Mbak Helvy Tiana Rosa (yang juga endorser buku Serpihan Inspirasi: Hikmah dari Negeri Seberang) merupakan salah satu bukti dukungan lembaga tersebut.

Pertemuan sore di bilangan Margonda Raya itu pun berakhir. Saya menarik napas lega. Surat pernyataan komitmen sedekah sudah saya tanda tangani. Buku Serpihan Inspirasi: Hikmah dari Negeri Seberang juga telah memasuki proses pencetakan. Bismillah, semoga ikhtiar ini beroleh limpahan kelancaran dan keberkahan…

Bagaimana memperoleh buku Serpihan Inspirasi: Hikmah dari Negeri Seberang?

Buku Serpihan Inspirasi: Hikmah dari Negeri Seberang dijadwalkan terbit pada tanggal 4 April 2016 mendatang, dan insyaallah akan tersedia di Toko Buku Gramedia dan toko-toko buku terkemuka lainnya di Tanah Air. Harga Rp60.000 per eksemplar.

Tersedia pula buku bertanda tangan dengan harga Rp54.000 per eksemplar. Silakan mengontak Mas Dino (sms/wa 085640714539). Layanan pre-order sudah dibuka sejak tanggal 15 Maret 2016.


Responses

  1. Jazakumullah artikelnya Pak Salim
    semoga banyak orang yang terbuka hatinya dan terinspirasi dengan buku ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: